Peringati Hari Anak Nasional 2026, JAKER Kudus Ajak Anak-anak Jaga Kelestarian Lereng Muria

 

JAKER Kudus Ajak Anak-anak Lestarikan Alam Lereng Muria Lewat "Puisi dari Lereng Muria #1"

KUDUS – Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus mengajak generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan budaya melalui kegiatan "Puisi dari Lereng Muria #1" bertema "Lestari Bumi Rahtawu" yang digelar di kawasan Pertapaan Eyang Puntodewo, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (25/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan penampilan pembacaan puisi oleh murid-murid SD di Desa Rahtawu, siswa SMP Negeri 3 Satu Atap Rahtawu, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Kudus. Melalui karya sastra, para peserta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga hutan, mata air, sungai, dan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat lereng Gunung Muria.

Puisi yang dibacakan merupakan karya para penulis dan pegiat sastra dari berbagai daerah, yakni AJ. Susmana, Annisa Lituhayu, Untung Sarwono, Asa Jatmiko, Imam Khanafi, Sofia Bardina, Ian Hadi, Wahyu Kristanto, serta Liviana Angie Nikeishya dari SMK Al-Islam Kudus.

Acara berlangsung dalam suasana sejuk khas pegunungan Muria dan dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kudus, pegiat seni, budayawan, guru, orang tua, masyarakat, serta relawan kebudayaan.

Ketua JAKER Kabupaten Kudus, Wahyu Deseptian, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi bagi anak-anak sekaligus media pendidikan karakter yang menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya lokal sejak usia dini.

"Anak-anak bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penjaga masa depan bumi. Lewat puisi mereka belajar mencintai alam, menghargai tradisi, dan memahami bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," kata Wahyu.

Menurutnya, sastra memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan secara lebih humanis dan menyentuh. Melalui pembacaan puisi, anak-anak tidak hanya mengasah kemampuan literasi dan keberanian tampil di depan umum, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan paket perlengkapan pendidikan berupa buku tulis dan alat tulis kepada seluruh peserta yang tampil membacakan puisi.


Tema "Lestari Bumi Rahtawu" dipilih karena kawasan lereng Muria, khususnya Desa Rahtawu, memiliki kekayaan alam, sumber mata air, nilai budaya, serta sejarah spiritual yang perlu dijaga keberlangsungannya. Melalui pendekatan seni sastra, JAKER berharap pesan pelestarian lingkungan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat lintas generasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperingati Hari Anak Nasional dengan memberikan ruang kepada anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para tamu undangan karena mampu menggambarkan keindahan alam Muria sekaligus menyampaikan harapan agar kawasan tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.

JAKER Kabupaten Kudus berharap "Puisi dari Lereng Muria" dapat menjadi agenda budaya tahunan yang melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas seni, pegiat budaya, dan masyarakat di kawasan Muria. Melalui kolaborasi tersebut, sastra diharapkan tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga menjadi gerakan budaya yang memperkuat literasi, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, dan menjaga warisan budaya lokal secara berkelanjutan.


Reporter : Hikari

Editor.     : Ficky Doank

Posting Komentar

0 Komentar